Sepanjang Jalan Tan Malaka di Kota Payakumbuh - Limapuluh Kota

palingyess.com - Jika Anda berada di pusat kota Payakumbuh, teruslah menuju Jalan Tan Malaka. Di sana Anda akan menapaki  perjalanan menuju kediaman Tan Malaka dan Tugu PDRI di Suliki Kab. Limapuluh Kota. Dan ketika kita bicara PDRI, saya ingin membawa ingatan Anda kembali pada Mr. Syafrudin Prawiranegara. Namun sebelum kita membahas hal tersebut, mari kita menikmati perjalanan imajiner yang menyenangkan ini.[caption id="attachment_104" align="alignnone" width="770"]pusat kota payakumbuh pusat kota payakumbuh kompasiana.com[/caption]Dalam perjalanan ini Anda mengawalinya di jalan Tan Malaka di Bunian akan menuju arah Lampasi. Di sana (Lampasi) terkenal dengan kampung rendangnya. Anda dapat singgah menikmati rendang tersebut. Ada rendang Erika, rendang Riry, rendang Yolanda dll.[caption id="attachment_106" align="alignnone" width="768"]Kampung Rendang Payakumbuh Kampung Rendang Payakumbuh via travelysnap.blogspot.com[/caption]Setelah sampai di jembatan Lampasi, Anda akan menemukan jalan bersimpang dua. Arah ke kanan akan membawa Anda menuju Taeh yaitu kampung halamannya penyair Chairil Anwar dan Adri Sandra di Padang Japang. Dan jika arah ke kiri, Anda akan menuju Dangung-dangung.  Di sini satenya enaknya, sebaiknya Anda juga singgah untuk menikmatinya.[caption id="attachment_110" align="alignnone" width="770"]Sate Dangung-dangung Payakumbuh Sate Dangung-dangung Payakumbuh via online-instagram.com[/caption] [caption id="attachment_107" align="alignnone" width="770"]Evawani Putri Tunggal Chairil Anwar Evawani Putri Tunggal Chairil Anwar via nasional.kompas.com[/caption]Jika kita meneruskan perjalanan maka kita akan sampai pada Limbanang. Di sana juga terdapat dua simpang. Simpang ke kanan Anda akan menuju Mahat. Sebuah nagari seribu menhir. Dan banyak para antropolog datang meneliti ke daerah ini.[caption id="attachment_108" align="alignnone" width="771"]Menhir Mahat Menhir Mahat via cintaalamallah.blogspot.com[/caption]Namun jika ke arah simpang kiri maka perjalanan kita akan menuju Suliki. Di suliki ini ada rumah sakit baru yang bernama RS dr. Ahmad Darwis yang terletak tidak jauh dari pasar Suliki. Pasar ini ramai pada hari Minggu. Dan Anda dapat menemukan cenderamata seperti batu akik di sini. Apakah Anda masih ingat dengan booming-nya batu akik Suliki pada beberapa saat yang lalu? Maka kami merekomendasikan bahwa di sinilah asalnya. Dan mengoleksi batu-batu mulia yang berasal dari tempat aslinya tentu sebuah kelangkaan tersendiri.[caption id="attachment_109" align="alignnone" width="771"]Lelang Batu Lumut Suliki Lelang Batu Lumut Suliki via minang-terkini.com[/caption]Suliki ini berada 30 Km dari pusat kota Payakumbuh. Dan di sini juga terdapat simpang dua. Arah ke kanan akan menuju Sungai Naning. Sebuah nagari kampung halamannya sastrawan Zelfeni Wimra. Yang mana ia sekarang bermukim di kota Padang. Namun jika Anda mengambil jalan ke arah kiri, maka kita akan menuju ke daerah Pandam Gadang kec. Gunung Omeh Kabupaten Limapaluh Kota.Di Pandam Gadang ini jalan-jalan yang Anda lalui berbukit-bukit dengan pemandangan hijau tetapi beraspal bagus. Dan ketika di jorong Potai sesudah penurunan sebelah kiri, Anda akan melihat di tepi jalan bertuliskan RUMAH TAN MALAKA. Dan jika Anda penyuka sejarah, cobalah untuk singgah.  Sekitar 100 meter ke dalam, Anda akan menemukan Rumah Gadang yang sudah tua. Dan sekarang telah dijadikan museum.[caption id="attachment_111" align="alignnone" width="768"]Rumah Tan Malaka Rumah Tan Malaka via Dokumen Pribadi[/caption]Sedikit ulasan tentang Tan Malaka bahwa beliau lahir di Pandam Gadang dengan nama Ibrahim. Beliau bergelar Datuk Tan Malaka. Dan Tan Malaka dikenal sebagai Pencetus Republik Indonesia pada tahun 1926. Dua tahun sebelum diikrarkan Sumpah Pemuda.Tan Malaka pendiri Partai Murba, aktivis dan filsuf kiri. Dan pada 28 Maret 1963 Presiden Sukarno menetapkan bahwa Tan Malaka sebagai Pahlawan Kemerdekaan Indonesia.Jika meneruskan perjalanan, di Pandam Gadang ini kita akan bertemu dengan Ikan Banyak. Sebuah sungai yang  ikannya jinak dan banyak. Anda dapat membeli pakan ikan yang banyak dijual di sekitar bantaran sungai. Dan ikan-ikan tersebut tidak akan lari dari Anda.[caption id="attachment_112" align="alignnone" width="768"]Ikan Banyak Pandam Gadang Ikan Banyak Pandam Gadang via budparpora.limapuluhkota.go.id[/caption]Selanjutnya kita akan menuju Koto Tinggi. Di sini Syafrudin Prawira Negara menerima mandat dari dari Sukarno untuk mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia yang berada di Koto Tinggi, Sumatera Tengah yang waktu itu Pemerintahan Republik Indonesia yang beribu Kota di Yokyakarta telah jatuh ke tangan Belanda. Dan Serokarno - Hata ditangkap Belanda.[caption id="attachment_113" align="alignnone" width="770"]Tugu PDRI Koto Tinggi Tugu PDRI Koto Tinggi via sumbaronline.com[/caption]Sedikit ulasan tentang Syafrudin Prawiranegara bahwa ia lahir di Serang Banten pada tahun 1911. Ia mewarisi darah Minangkabau dari ayahnya dan darah Sunda dari ibunya. Pada awal tahun 1958 beliau tergabung dalam PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) sebagai bentuk ketidakpuasan kepada pemerintah pusat atas ketimpangan sosial dan besarnya pengaruh komunis (PKI) dalam pemerintahan. Namun pada bulan Agustus pemerintah berhasil menumpas pemberontakan tersebut.Koto Tinggi ini lebih kurang sekitar 50 Km dari pusat kota payakumbuh. Namun jika Anda meneruskan perjalanan beberapa kilo meter lagi kedepan, Anda akan menuju Baruah Gunung. Di sini pemerintah sedang membangun Monumen PDRI. Dengan begitu, semoga Anda menikmati perjalanan imajiner ini.[caption id="attachment_114" align="alignnone" width="770"]Monumen PDRI di Baruah Gunung Suliki Monumen PDRI di Baruah Gunung Suliki via Dokumen Pribadi[/caption]  

Artikel PALING YESS Lainnya :

Scroll to top