Cinta Pada Pertemuan Pertama di Atas Kereta

[caption id="attachment_84" align="alignnone" width="770"]Cinta Pada Pertemuan Pertama di Atas Kereta Cinta Pada Pertemuan Pertama di Atas Kereta via blog.eazysmart.com[/caption]AKTORABDULLAH: PEMUDA SHALEHHAFSAH: WANITA SHALEHAHHAJI MAHYUDIN: AYAH HAFSAHSCENE: DI ATAS KERETA API / SENJA HARISEBUAH KERETA API BERANGKAT PELAN. MENINGGALKAN STASIUN PADA SUATU SENJA. BUNYI KERETA MEMBAWA KESYAHDUAN. PENUMPANG DUDUK DI BANGKUNYA DENGAN TENANG. SEPERTI ADA KEGETIRAN MENINGGALKAN KOTA YANG SUDAH LAMA DITINGGALI. DITINGGALI DALAM NIAT MENUNTUT ILMU. DAN SEKARANG TELAH DI WISUDA. DAN PADA SENJA ITU IA HARUS MENINGGALKAN KOTA KENANGAN ITU.DI SEBUAH BANGKU DI TEPI JENDELA, SEORANG PEREMPUAN MENOLEH KE LUAR.NAMANYA HAFSAH. IA MENIKMATI YANG DI PANDANGNYA. SEAKAN IA MENATAP UNTUK YANG TERAKHIR KALI. DI TENGAH LAMUNANNYA IA MENDENGAR SUARA BERSIN DI DEPANNYA. ORANG ITU SEORANG PEMUDA. NAMANYA ABDULLAH. DAN ABDULLAH MENGUCAPKANABDULLAH: ALHAMDULILLAHHAFSAH: YARHAMUKALLOOHUABDULLAH: YAHDIIKUMUL LOOHU WA YASLIHU BALAKUMMENDENGAR JAWABAN TERSEBUT ABDULLAH MENGELUARKAN KERTAS DAN PULPEN DARI TASNYA. IA MENULIS DI SECARIK KERTAS:ABDULLAH: ASALAMU ALAIKUM, UKHTI. BOLEH AKU MENGENAL AYAHMU? AKU MEMINTA ALAMATNYA.HAFSAH: WALAIKUMU SALAM WARAHMATULLAH. BOLEH. UNTUK APA?ABDULLLAH: UNTUK MENJALIN SILATURAHMILALU KERETA TERUS MELAJU. HAFSAH TURUN DI KOTA A. DAN ABDULLAH MENERUSKAN PERJALANAN KE KOTA BERIKUTNYA.SCENE 2: DI SEBUAH RUMAH DI PEDESAAN/ SIANG HARIABDULLAH BARU SAJA TURUN DARI SEBUAH BUS DI KOTA A. IA NAIK OJEK SEMBARI MEMPERLIHATKAN ALAMAT YANG DI TUJU. TIBA DI SEBUAH KAMPUNG ABDULLAH BERTANYA ALAMAT RUMAH KEPADA PENDUDUK DAN ORANG-ORANG MENUNJUK KE SEBUAH JALAN. DAN SAMPAILAH ABDULLAH DI SEBUAH RUMAH DAN MEMBAYAR ONGKOS OJEKNYA.ABDULLAH MENGETUK PINTU DAN MENGUCAPKAN SALAM. DAN SALAM ABDULLAH DI SAMBUT OLEH SUARA LELAKI SETENGAH BAYA. NAMANYA HAJI MAHYUDIN. DAN PAK HAJI MEMBUKAKAN PINTUABDULLAH: MAAF PAK, SAYA ABDULLAH. APA BENAR INI RUMAHNYA BAPAK HAJI MAHYUDIN?HAJI MAHYUDIN: BENAR. SAYA MAHYUDIN. MARI SILAHKAN MASUK.ABDULLAH MELANGKAH MASUK. RUMAH ITU NYAMAN DENGAN SUASANA DESA. DI LUAR TERLIHAT KEBUN BUNGA DAN SAYUR-SAYUR. SEDIKIT JAUH TERLIHAT PERBUKITAN. SUARA-SUARA BURUNG TERDENGAR MERDU.HAJI MAHYUDIN: SILAHKAN DUDUK. MAU MINUM APA?ABDULLAH: OH… TIDAK USAH REPOT-REPOT PAK. BEGINI, SAYA KE SINI INGIN MELAMAR ANAK BAPAK.HAJI MAHYUDIN: MAAF, ANAK SAYA YANG MANA?ABDULLAH: ANAK BAPAK YANG PEREMPUAN.HAJI MAHYUDIN: SAYA PUNYA LIMA ANAK PEREMPUAN. ANAK YANG MANA YANG NAK ABDULLAH MAKSUD?ABDULLAH: YANG MANA SAJA.HAJI MAHYUDIN: DI ANTARA SEMUA ANAK SAYA INI MANA YANG NAK ABDULLAH KENALABDULLAH: SAYA MENGENAL SLAH SEORANGNYA SEWAKTU DI ATAS KERETA.LALU HAJI MAHYUDIN MEMANGGIL SEMUA ANAKNYA. DAN MENANYAKAN:HAJI MAHYUDIN: SIAPA DI ANTARA KALIAN YANG MENGENAL PEMUDA INI?HAFSAH: (TERLIHAT MALU-MALU) SAYA AYAH.HAJI MAHYUDIN: NAK ABDULLAH INI BERNIAT MELAMARMU, APA KAU TERIMA LAMARANNYA?HAFSAH: (MASIH TERLIHAT MALU-MALU)HAJI MAHYUDIN: BAIKLAH. SAYA MENERIMA LAMARANMU. HARI INI KITA MELANGSUNGKAN PERNIKAHAN.LALU AKHIRNYA MEREKA MENIKAH. MEREKA DIKARUIAKAN ANAK-ANAK YANG SHALEH. ANAK-ANAK YANG HAFIZ ALQURAN. 

Artikel PALING YESS Lainnya :

Scroll to top